Wakil Ketua PA Temanggung Ingatkan 8 Nilai Utama MA dan 10 Budaya Malu Harus Diamalkan
Temanggung, 14 September 2026 – Mengawali aktivitas kerja di awal pekan, seluruh aparatur Pengadilan Agama Temanggung mengikuti apel pagi dengan penuh tertib dan semangat. Apel yang dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Temanggung selaku pembina apel.
Apel pagi menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kedisiplinan sekaligus menyatukan semangat seluruh aparatur sebelum menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lebih dari sekadar rutinitas, apel juga menjadi ruang untuk menyampaikan arahan, penguatan nilai-nilai organisasi, serta mengingatkan kembali tanggung jawab setiap aparatur dalam menjaga kualitas kinerja.
Dalam amanatnya, Wakil Ketua PA Temanggung memberikan pesan yang cukup sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Ia mengingatkan seluruh aparatur mengenai pentingnya menerapkan 8 Nilai Utama Mahkamah Agung dan 10 Budaya Malu PA Temanggung yang selama ini secara rutin dilafalkan bersama dalam berbagai kesempatan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut jangan sampai berhenti sebatas ucapan yang diingat dan dilafalkan pada saat apel. Nilai tersebut harus benar-benar dipahami dan diwujudkan melalui sikap, perilaku, serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Bukan sekadar dilafalkan, tetapi juga harus dilaksanakan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur bahwa nilai organisasi akan memiliki makna apabila benar-benar tercermin dalam perilaku. Integritas, misalnya, bukan hanya sebuah kata yang diucapkan bersama, tetapi harus diwujudkan melalui kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, serta keberanian untuk menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan.

Demikian pula dengan budaya malu yang dibangun di lingkungan Pengadilan Agama Temanggung. Budaya tersebut diharapkan dapat menjadi pengendali diri bagi setiap aparatur agar senantiasa menjaga sikap, kedisiplinan, etika, dan profesionalitas dalam menjalankan amanah pekerjaan.
Dalam lingkungan peradilan, penerapan nilai-nilai tersebut memiliki arti yang sangat penting. Setiap aparatur memiliki peran dalam menjaga marwah lembaga serta kepercayaan masyarakat. Sikap dan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas akan turut menentukan bagaimana masyarakat melihat kualitas pelayanan dan integritas lembaga peradilan.
Karena itu, penerapan 8 Nilai Utama Mahkamah Agung dan 10 Budaya Malu tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh aparatur. Nilai tersebut perlu hadir dalam setiap aktivitas, mulai dari kedisiplinan hadir dan bekerja, ketelitian menyelesaikan tugas, komunikasi dengan sesama pegawai, hingga ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Apel pagi juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa profesionalitas dan integritas harus berjalan beriringan. Aparatur dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi pada saat yang sama tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas.
Pelayanan kepada masyarakat pun harus dilaksanakan dengan sikap yang ramah, sopan, responsif, dan bertanggung jawab. Setiap masyarakat yang datang ke Pengadilan Agama Temanggung memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang baik sesuai dengan ketentuan. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang selama ini dilafalkan bersama harus benar-benar diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
Pesan Wakil Ketua tersebut sekaligus menjadi refleksi bersama bahwa membangun budaya kerja yang berintegritas membutuhkan konsistensi. Nilai yang baik tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, apel pagi tidak hanya menjadi kegiatan pembuka sebelum memulai pekerjaan, tetapi juga menjadi pengingat moral dan komitmen bersama untuk terus memperbaiki diri. Setiap aparatur diajak untuk melihat kembali apakah nilai-nilai yang selama ini diucapkan telah benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
Melalui apel pagi ini, Pengadilan Agama Temanggung terus memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, kedisiplinan, profesionalitas, dan tanggung jawab. Seluruh aparatur diharapkan mampu menjadikan 8 Nilai Utama Mahkamah Agung dan 10 Budaya Malu sebagai pedoman yang hidup dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sebab nilai yang baik bukan hanya untuk dihafalkan, budaya yang baik bukan hanya untuk diucapkan. Keduanya harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari situlah integritas tumbuh, profesionalitas terjaga, dan kepercayaan masyarakat dapat terus dipelihara.
Dengan semangat tersebut, seluruh aparatur Pengadilan Agama Temanggung mengawali pekan kerja dengan tekad untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat profesionalitas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan para pencari keadilan.
#PengadilanAgamaTemanggungSOLID
#SupelDalamPelayanan
#OptimisDalamPerubahan
#LoyalTerhadapTugas
#IntegritasDalamSetiapPutusan
#DedikatifMelayaniMasyarakat