Wakil Ketua PA Temanggung Ajak Aparatur Perkuat Etos Kerja dan Implementasikan 10 Budaya Malu
Temanggung, 13 Juli 2026 – Pengadilan Agama Temanggung kembali menggelar apel pagi rutin pada Senin (13/7) yang berlangsung dengan penuh khidmat di halaman kantor. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Temanggung, mulai dari pimpinan, hakim, pejabat struktural dan fungsional, ASN, hingga mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang sedang melaksanakan praktik di lingkungan Pengadilan Agama Temanggung.
Apel pagi menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kerja, meningkatkan disiplin, serta menyatukan komitmen seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berintegritas kepada masyarakat pencari keadilan.
Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Ketua Pengadilan Agama Temanggung menyampaikan amanat yang sarat dengan pesan moral dan motivasi. Beliau mengajak seluruh aparatur untuk terus menumbuhkan semangat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis demi mendukung tercapainya tujuan organisasi.

Dalam arahannya, Wakil Ketua menegaskan bahwa setiap aparatur memiliki peran yang sama pentingnya dalam mewujudkan lembaga peradilan yang modern, profesional, dan terpercaya. Oleh karena itu, kerja sama yang baik, komunikasi yang sehat, serta saling menghargai antarsesama rekan kerja harus senantiasa dipelihara agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh aparatur mampu menghindari berbagai bentuk konflik, baik yang disebabkan oleh kesalahpahaman maupun ego pribadi. Menurutnya, keharmonisan dalam lingkungan kerja merupakan modal utama untuk membangun sinergi yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan seluruh tim. Mari kita saling mendukung, menjaga komunikasi yang baik, dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kebersamaan dalam bekerja,” pesan Wakil Ketua.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa etos kerja harus menjadi karakter yang melekat pada setiap aparatur. Semangat bekerja tidak cukup hanya diwujudkan dengan hadir tepat waktu atau menyelesaikan jam kerja sesuai ketentuan, tetapi juga harus tercermin dalam kualitas pekerjaan, produktivitas, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap setiap amanah yang diemban.
Setiap pegawai diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugasnya masing-masing, menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu, teliti, dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dapat terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kepuasan pengguna layanan.
Selain penguatan etos kerja, Wakil Ketua kembali mengingatkan pentingnya mengimplementasikan 10 Budaya Malu yang selama ini telah menjadi bagian dari budaya kerja di Pengadilan Agama Temanggung. Nilai-nilai tersebut tidak sekadar diucapkan pada saat apel, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.
Beliau menjelaskan bahwa 10 Budaya Malu mengajarkan aparatur untuk memiliki rasa malu apabila datang terlambat, bekerja tanpa disiplin, tidak menjaga kebersihan lingkungan kerja, mengabaikan tanggung jawab, memberikan pelayanan yang kurang baik, atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas.
Dengan membiasakan diri menerapkan budaya tersebut, diharapkan akan tumbuh kesadaran dari dalam diri setiap aparatur untuk selalu bekerja secara profesional, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan yang ramah, cepat, tepat, dan berkeadilan kepada masyarakat.
Wakil Ketua juga mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat. Menurut beliau, setiap pelayanan yang diberikan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab akan menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Seluruh peserta apel mengikuti amanat pembina dengan penuh perhatian dan antusias. Suasana apel berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat budaya kerja yang positif di lingkungan Pengadilan Agama Temanggung.
Di akhir amanatnya, Wakil Ketua berharap seluruh aparatur senantiasa menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kompetensi, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Beliau meyakini bahwa dengan integritas yang kuat, etos kerja yang tinggi, dan budaya kerja yang sehat, Pengadilan Agama Temanggung akan semakin mampu mewujudkan pelayanan peradilan yang unggul, modern, dan dipercaya oleh masyarakat.
Melalui pelaksanaan apel pagi ini, Pengadilan Agama Temanggung kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan prima. Semangat kerja, kekompakan, serta penerapan nilai-nilai 10 Budaya Malu diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan lembaga peradilan yang bersih, akuntabel, dan memberikan pelayanan hukum yang berkualitas bagi seluruh masyarakat pencari keadilan.
#PengadilanAgamaTemanggungSOLID
#SupelDalamPelayanan
#OptimisDalamPerubahan
#LoyalTerhadapTugas
#IntegritasDalamSetiapPutusan
#DedikatifMelayaniMasyarakat