Teguhkan Nilai Ibadah dan Budaya Kerja, Apel Senin PA Temanggung Jadi Momentum Penguatan Integritas Aparatur
Temanggung, 15 Juni 2026 – Pengadilan Agama Temanggung kembali melaksanakan apel pagi rutin yang diikuti oleh seluruh aparatur di halaman kantor Pengadilan Agama Temanggung. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Senin ini berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai sarana memperkuat kedisiplinan, membangun semangat kerja, serta menyampaikan berbagai arahan penting dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Ketua Pengadilan Agama Temanggung menyampaikan amanat yang sarat makna mengenai pentingnya membangun kesadaran spiritual dalam bekerja. Beliau mengajak seluruh aparatur untuk senantiasa meluruskan niat dan menjadikan setiap tugas yang diemban sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Dengan niat yang benar, setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya bernilai sebagai kewajiban kedinasan, tetapi juga menjadi ladang amal dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakil Ketua menegaskan bahwa aparatur peradilan memiliki tanggung jawab yang besar karena tugas yang dijalankan berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Oleh karena itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kesungguhan agar menghasilkan pelayanan yang berkualitas dan memberikan manfaat yang luas.
“Bekerja bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai pegawai, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan ibadah. Ketika niat kita lurus, maka setiap tugas yang dilaksanakan akan menjadi amal kebaikan dan memberikan keberkahan bagi diri sendiri maupun institusi,” ungkap beliau dalam amanatnya.
Selain mengingatkan pentingnya menanamkan nilai ibadah dalam bekerja, Wakil Ketua juga kembali menekankan penerapan 10 Budaya Malu yang selama ini menjadi salah satu nilai budaya kerja di lingkungan Pengadilan Agama Temanggung. Menurutnya, budaya tersebut harus terus dijaga dan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diucapkan saat apel atau kegiatan formal semata.
Beliau menjelaskan bahwa 10 Budaya Malu merupakan pedoman moral yang dapat membentuk karakter aparatur yang disiplin, bertanggung jawab, profesional, serta memiliki integritas tinggi. Budaya tersebut menjadi pengingat bagi setiap pegawai untuk menghindari berbagai perilaku yang dapat menghambat kinerja maupun menurunkan kualitas pelayanan publik.
Melalui penerapan budaya kerja tersebut, aparatur diharapkan memiliki rasa malu apabila datang terlambat, menunda pekerjaan, melanggar aturan, tidak menjaga kebersihan lingkungan kerja, tidak memberikan pelayanan dengan baik, maupun melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas dan profesionalitas.
Lebih lanjut, Wakil Ketua mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan budaya kerja yang baik sebagai kebiasaan positif yang melekat dalam setiap aktivitas. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan aturan yang baik, tetapi juga oleh karakter serta komitmen seluruh sumber daya manusia yang menjalankannya.
Apel pagi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kekompakan antar aparatur. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan pelayanan yang terus berkembang, sinergi dan kerja sama yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan organisasi. Seluruh aparatur diharapkan mampu saling mendukung, menjaga komunikasi yang baik, serta bersama-sama membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Menjelang akhir amanatnya, Wakil Ketua mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, cepat, transparan, dan berkeadilan. Setiap aparatur memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut melalui sikap, perilaku, dan kualitas kerja yang ditunjukkan setiap hari.
Melalui apel pagi ini, Pengadilan Agama Temanggung kembali meneguhkan komitmennya untuk membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan spiritualitas. Dengan menjadikan pekerjaan sebagai ibadah serta menerapkan budaya kerja yang positif, diharapkan seluruh aparatur dapat terus meningkatkan kualitas kinerja dan menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.
Apel pagi ditutup dengan pembacaan 10 Budaya Malu secara bersama-sama oleh seluruh peserta apel sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kedisiplinan, etos kerja, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas di lingkungan Pengadilan Agama Temanggung.
#PengadilanAgamaTemanggungSOLID
#SupelDalamPelayanan
#OptimisDalamPerubahan
#LoyalTerhadapTugas
#IntegritasDalamSetiapPutusan
#DedikatifMelayaniMasyarakat