Perkuat Hati, Eratkan Silaturahmi! KURMA PA Temanggung Jadi Momentum Refleksi Diri dan Perpisahan Mahasiswa PPL
Temanggung, 8 Oktober 2026 – Menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan tidak hanya membutuhkan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalitas, tetapi juga kekuatan spiritual serta akhlak yang menjadi landasan dalam setiap pengabdian. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan KURMA (Kajian Ukhuwah dan Refleksi Moral Aparatur) yang diselenggarakan oleh Pengadilan Agama Temanggung pada Kamis (8/10/2026), dengan diikuti oleh seluruh aparatur PA Temanggung.
Kegiatan KURMA menjadi salah satu ruang bagi aparatur untuk sejenak berhenti dari rutinitas pekerjaan, melakukan refleksi diri, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui kajian keagamaan, seluruh peserta diajak untuk kembali mengingat bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan bukan semata-mata kewajiban kedinasan, melainkan juga bagian dari amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
Kajian pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Muhammad Rifai, S.H.I., dengan mengusung semangat “Kadar keimanan dan ketakwaan kita tingkatkan.” Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur untuk senantiasa memperbaiki kualitas diri, menjaga hubungan dengan Allah SWT, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.
Suasana kajian berlangsung dengan khidmat. Materi yang disampaikan menjadi momentum untuk merenungkan kembali pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas di lingkungan peradilan. Keimanan dan ketakwaan diharapkan tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku jujur, sikap amanah, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam bekerja.



Bagi aparatur peradilan, penguatan moral dan spiritual memiliki arti penting karena tugas yang dijalankan berkaitan erat dengan pelayanan kepada masyarakat dan pencari keadilan. Setiap pekerjaan membutuhkan kesungguhan, sementara setiap keputusan dan tindakan harus dilandasi tanggung jawab serta integritas. Dengan fondasi spiritual yang kuat, aparatur diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara profesionalitas dalam bekerja dan akhlak dalam berperilaku.
Lebih dari sekadar kajian keagamaan, KURMA juga menjadi sarana mempererat ukhuwah di antara seluruh aparatur PA Temanggung. Kebersamaan dalam kegiatan tersebut memberikan ruang untuk membangun kedekatan, memperkuat rasa saling menghargai, dan menumbuhkan semangat untuk terus menjaga keharmonisan di lingkungan kerja. Ukhuwah yang terjalin dengan baik menjadi salah satu modal penting dalam membangun kerja sama dan menciptakan suasana kerja yang positif.
Ada suasana berbeda dalam kegiatan KURMA kali ini. Di sela-sela penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi momentum perpisahan bagi mahasiswa PPL INISNU Temanggung yang telah menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan di Pengadilan Agama Temanggung.
Setelah menjalani proses pembelajaran dan memperoleh pengalaman secara langsung di lingkungan peradilan, para mahasiswa menyampaikan salam perpisahan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh aparatur PA Temanggung atas bimbingan, arahan, serta kesempatan belajar yang telah diberikan selama pelaksanaan PPL.
Momen perpisahan tersebut menjadi bagian yang bermakna dari perjalanan mahasiswa selama mengenal dunia kerja di lembaga peradilan. Melalui kegiatan PPL, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, memahami lingkungan kerja, serta melihat secara langsung bagaimana nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalitas diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bagi PA Temanggung, kehadiran mahasiswa PPL juga menjadi bagian dari hubungan baik antara lembaga peradilan dan dunia pendidikan. Pengalaman yang diperoleh selama praktik diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja pada masa mendatang.
Ucapan terima kasih dan salam perpisahan yang disampaikan para mahasiswa menjadi penutup perjalanan PPL yang penuh pembelajaran. Meski masa praktik telah berakhir, pengalaman, pengetahuan, dan hubungan baik yang telah terjalin diharapkan tetap menjadi kenangan berharga sekaligus bekal untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Melalui kegiatan KURMA, Pengadilan Agama Temanggung menegaskan pentingnya membangun aparatur yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap sesama. Penguatan keimanan dan ketakwaan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga setiap amanah dapat dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Pada akhirnya, KURMA menjadi pengingat bahwa pengabdian yang baik berawal dari hati yang terus diperbaiki. Dengan keimanan yang semakin kuat, ukhuwah yang semakin erat, dan semangat pelayanan yang terus dijaga, keluarga besar PA Temanggung diharapkan mampu terus bertumbuh menjadi pribadi dan institusi yang lebih baik, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para pencari keadilan.
#PengadilanAgamaTemanggungSOLID
#SupelDalamPelayanan
#OptimisDalamPerubahan
#LoyalTerhadapTugas
#IntegritasDalamSetiapPutusan
#DedikatifMelayaniMasyarakat