Apel dan Sosialisasi Maklumat Mahkamah Agung

Ada yang berbeda saat apel pagi rutin di Pengadilan Agama Temanggung Senin 9 Oktober 2017 tadi. Ketua Pengadilan Agama Temanggung, Dra. Hj. Mahmudah, M.H., yang bertindak sebagai Pembina Apel dalam amanatnya mengaskan kepada seluruh aparat Pengadilan Agama Temanggung untuk jangan sekali-kali berpikiran untuk melakukan tindak pidana korupsi, gratifikasi maupun suap menyuap yang berkaitan dengan perkara.

Ibu Ketua perlu mengingatkan kembali kepada para pegawai karena menyikapi berita terkini dimana Ketua Pengadilan Tinggi Manado terkena Operasi Tangkap Tangan KPK. Ibu Ketua berharap kejadian seperti itu untuk jangan terjadi di Temanggung. Sesuai dengan Maklumat Mahkamah Agung Nomor 1/Maklumat/KMA/IX/2017 disebutkan bahwa atasan langsung ikut bertanggungjawab terhadap tindak-tanduk anak buahnya sehingga Ibu Ketua perlu dengan tegas melakukan pembinaan menggunakan momen apel ini.

Atasan langsung ketika mempunyai anak buah yang melakukan tindak pidana, maka dia akan diberhentikan  dan jabatannya untuk sementara dalam rangka diperiksa apakah proses pembinaan dan pengawasan sudah berjalan dengan baik. Apabila pimpinan sudah melakukan pembinaan dan pengawasan dengan semestinya, maka jabatan itu bisa dikembalikan.

“Dengan demikian, ketika ada anak buah yang melenceng, pimpinan yang walaupun sudah berjalan lurus bisa ikut terbawa. Jangan sampai kita menjerumuskan orang lain atas perbuatan tidak benar yang kita lakukan. Jangan sampai perisitiwa itu terjadi di Pengadilan Agama Temanggung dan kemudian menyeret-nyeret unsur pimpinan.” ujar Ibu Ketua.

Segenap pegawai mendengarkan arahan Ibu Ketua dengan seksama dan berkomitmen untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh Undang Undang.